Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RAHASIA KEBAHAGIAAN

Wejangan syekh Asy Syinqithi kepada anaknya‎
  "عن السعادة"
RAHASIA KEBAHAGIAAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)
Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jgn sampai melupakannya. Pada hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan yg tidak sama dg acara2 di dunia. Oleh karena itu jgn sampai salah,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah, naiklah dan tartilkanlah.. "
جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dg akalmu
وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu
وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dg etikamu
وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu
وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama org bodoh dg kemurahan hatimu
وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dg mengingatNYA
وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi dirimu sendiri dg nasihatmu‎

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yg menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada yg mengapresiasinya
حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita itu ibarat bunga mawar,  disamping memiliki keindahan yg membuat kita bahagia,  juga memiliki duri yg membuat kita tersakiti‎

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!‎
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya
 وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu,  kamu tidak akan mampu meraihnya dg kekuatanmu
لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dr menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia. Umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu trhadap kehidupanmu
كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dg orang lain,  setiap org merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tdk mengetahuinya
كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain.‎
*****
Semoga engkau selalu berbahagia, saudara-riku tercinta...
😃❤💕


UNTUKMU

“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.
Tak ada orang yg menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak2nya pasti sudah tidur. Biar malaikat yg menjawab salamku,” begitu pikirnya.
Melewati ruang tamu yg temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci2 di meja kerja.
Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yg terbangun. Rupanya semua tertidur pulas.
Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan2 dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam2 wajah Aminah, istrinya.
Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah.
Kakeknya mengatakan, jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yg sama persis dg maumu. Karena kamu pun juga tidak sama persis dg maunya.
Jangan pula berharap mempunyai istri yg punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yg berbeda. Bukan utk disamakan tapi utk saling melengkapi.
Jika suatu saat ada yg tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yg lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur....
“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.
“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.
Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan utk  membuktikannya sendiri.
Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat2. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur bena2 membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura2an, tanpa dibuat2. Pancaran tulus dari kalbu.‎
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yg tidak bisa ia gambarkan dengan kata2.
Dalam batin, dia bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktivitas, banyak hal yg bisa kau perbuat dg kemampuanmu. Aku yg menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yg tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dg banyak aturan.
Dan aku pula yg menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yg tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak2ku.

Wahai istriku, engkau yg dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, aku yg memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, utk mengurus keperluanku, guna merawat anak2ku, juga memelihara rumahku.
Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu utk mengandung anak2ku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak2ku, kau buang egomu utk menaatiku, kau campakkan perasaanmu utk mematuhiku.
Wahai istriku, di kala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yg mengingatkanku. Ketika salah, kau yg menasehatiku.
Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki2.‎
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?
Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata.
Akulah yg harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yg harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yg perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.
Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama2 utk membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dg hamparan keridhoan Allah azza wa jalla.
Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yg telah memberikanmu sebagai jodohku.”
Tanpa terasa air mata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.
Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan2. Tak lama kemudian ia pun terlelap.
*****‎
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.
Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”
Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan2 ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yg tampak kelelahan.
“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar2 capek, sampai-sampai nggak mendengar apa2.  Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.
Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yg campur aduk, tak bisa diungkapkan dg kata2, hanya hatinya yg bicara.
“Wahai suamiku, dulu engkau seorang aktivis yg pandai, enerjik dan idealis. Betapa banyak gadis-gadis cantik dan shalihah yg berharap perhatianmu dan menunggu pinanganmu. Tetapi engkau justru memilih aku utk menjadi pendampingmu. Dan aku telah bersedia menerimamu utk menjadi imamku. Karena aku yakin bahwa engkaulah yg terbaik utk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.
“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Kau motivasi aku utk meningkatkan potensi dan kemampuanku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.
“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yg halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak2.
“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dg alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yg kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.
Jika kau belum sepandai kiyai dalam menasehatiku, tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku.
Tekadmu untuk mengajakku dan anak2  istiqomah di jalan Allah azza wa jalla serta membahagiakanku.
“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu.
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah azza wa jalla yg telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah azza wa jalla. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”

*****


Saudara-riku tercinta.... semoga Allah menganugerahimu rumah tangga yg sakinah, mwaddah wa rahmah...

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil [truncated by WhatsApp]

Laaillahaillallah


قصہ رائعہ جدآ
KISAH YANG SANGAT MENGESANKAN
أحببت أهديها لمن أحب
Ku ingin hadiahkan kepada orang yang kucintai
كان هناك شيخ يعلم تلاميذه العقيدة
Ada seorang guru agama yg mengajarkan Aqidah kepada murid2nya
يعلمهم لا إله إلا اللـه يشرحها لهم
Dia mengajarkan "La ilaaha illallah" kepada mereka & menjelaskan maknanya
يربيهم عليها أسوة بما كان يفعل رسول الله صلى الله عليه وسلم
Mendidik mereka dengan keteladanan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-
عندما كان يعلم أصحابه العقيدة ويغرسها في نفوسهم
Ketika mengajarkan aqidah beliau berusaha menanamkanya ke dalam jiwa murid-muridnya
وكان الشيخ يحب تربية الطيور والقطط
Sang guru itu senang memelihara burung & kucing
فأهداه أحد تلاميذه ببغاء
Lalu seorang muridnya pun menghadiahkan padanya seekor burung kakak tua
ومع الأيام أحب الشيخ الببغاء
Makin hari sang guru pun makin suka dgn burung itu
وكان يأخذه معه في دروسه
Dan sering membawanya pada saat mengajar murid-muridnya
حتى تعلم الببغاء نطق كلمة لا إله إلا الله.
Sehingga kakak tua itu pun belajar mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illallah"
فكان ينطقها ليلا ونهارا…
Burung kakak tua itu pun mampu mengucakan (laa ilaaha illallah) siang & malam
وفي مرة وجد التلاميذ شيخهم يبكي?
Suatu ketika murid-murid mendapati sang guru sedang menangis
وينتحب وعندما سألوه
Ketika ditanya beliau pun menjelaskan dengan terbata- bata
قال لهم هجم القط على الببغاء وقتله
Kucing telah menerkam kakak tua dan membunuhnya
فقالوا له لهذا تبكي .
Mereka pun bertanya dgn hairan: kerana inikah engkau menangis!!
إن شئت أحضرنا لك غيره وأفضل منہ ..
Kalau engkau menginginkan, kami mampu datangkan burung yang lain bahkan yg jauh lebih baik
رد الشيخ وقال لا أبكي لهذا …
Sang guru berkata: bukan kerana itu aku menangis
ولكن أبكاني أنه عندما هاجم القط الببغاء
Tetapi... Yang membuat aku menangis adalah: ketika diserang kucing
أخذ يصرخ ويصرخ إلي أن مات
Burung itu hanya menjerit2 saja sampai matinya


مع أنه كان يكثر من قول لا إله إلا الله
Padahal dia sering sekali mengucapkan kalimat "laa ilaaha illallah"
إلا أنه عندما هاجمه القط نسيها
Tetapi ketika diterkam kucing ia lupa kalimat tersebut
ولم يقم إلا بالصراخ .
Tidak mengucapkan apapun kecuali hanya menjerit & merintih!!!
لأنه كان يقولها بلسانه
Kerana waktu hayatnya ia hanya mengucapkan "laa ilaaha illallah" dengan lisannya saja
فقط ولم يعلمها قلبه ولم يشعر بها .
Sementara hatinya tidak memahami dan tidak menghayatinya
ثم قال الشيخ :
Sang guru pun berkata
أخاف أن نكون مثل هذا الببغاء
Aku khawatir kalau nanti kita seperti kakak tua itu
نعيش حياتنا نردد لا إله إلا الله
Saat kita hidup mengulang-ulang kalimat "laa ilaaha illallah"
بألسنتنا وعندما يحضرنا الموت ننساها
Dengan lisan kita, tapi ketika maut datang kita pun lupa
ولا نتذكرها؛ لأن قلوبنا لم تعرفها
Tidak mampu mengingatnya, kerana hati kita belum menghayatinya
فأخذ الطلبة يبكون؛ خوفا من عدم الصدق في لا إله إلا اللـه
Kemudian para muridnya pun menangis, khawatir tidak jujur terhadap kalimat tauhid ini
ونحن.... هل تعلمنا لا إله إلا الله بقلوبنا !!!!
Dan kita sendiri... adakah kita telah menanamkan kalimat "laa ilaaha illallah" ini ke dalam hati sanubari kita?
ما ارتفع شيء إلى السماء أعظم من الإخلاص ،
Tidak ada sesuatu pun yg naik ke langit yang lebih agung berbanding keikhlasan
و لا نزل شيء إلى الأرض أعظم من التوفيق
Dan tidak ada sesuatu pun yang turun ke bumi yang lebih agung dari taufiq Allah
..و بقدرالإخلاص يكون التوفيق
Sesuai kadar keikhlasan kita taufiq Allah kita dapatkan
من روائع ما وصلني ..
Ini termasuk hal-hal menarik yang sampai kepadaku
إهداء لمن أحبهم
Hadiah buat org2 yang kucintai...
.......................
أبو عمر المالكي
Abo Omar Al-Maliki (PG) —

SOPIR ANGKOT

Supir2 angkot saling menyalip berebut penumpang. Tak jauh di depan angkot yg kutumpangi seorang ibu dan 3 anak nya berdiri di tepi jalan. Setiap angkot yg berhenti dan berbicara dgn si ibu, langsung melaju kembali, terus terulang ber-kali2.

🌺 Saat angkot yg kutumpangi berhenti, si ibu bertanya, "Dik, lewat terminal bis ya?" Supir menjawab : "Ya bu". Si ibu tak segera naik, berkata lirih : "Tapi saya ber3 dgn anak2 tidak punya ongkos."
Sambil tersenyum, supir itu menjawab, "Tidak apa2 bu, naik saja." 
Si ibu tampak ragu2. 
Sang supir mengulangi perkataannya, "Ayo bu, naik saja, tidak apa-2."
Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, supir yg satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan. 
Sampai di Terminal Bis, 4 org penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir. Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,-
Ketika Supir akan memberi kembalian, pria itu berkata , "Untuk ongkosku dan 4 org penumpang tadi. Teruslah jadi org baik ya dik ", kata pria tsb kepada supir angkot muda itu.

🌹🌻🍁🍃🍂, Seorg Ibu yg jujur.
Seorang Sopir yg baik hati.
Seorg Penumpang yg dermawan.
Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan. ‎

🍁🍃🍂, Saudara-riku tercinta...
Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat, marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan...‎
‎😃❤💕


Dua Hal

sayyid Ali bin Abi Thalib berkata:


Dua hal yg tidak akan kekal dalam diri seorang mukmin: "masa mudanya dan kekuatannya."

Dan dua hal yg berguna untuk setiap mukmin: "akhlak yang mulia dan jiwa yang lapang".

Dan dua hal pula yg akan mengangkat derajat seorang mukmin: "sikap tawadhu (rendah hati) dan menolong kesulitan orang lain".

Dan dua hal pula yg menjadi penolak bala': "sedekah dan silaturahmi


PENGEMIS‎



Suatu malam, aku mengendarai kendaraan pulang ke rumah. Tiba2 rasa kantuk menyerang hingga aku menepikan kendaraan…‎
Berhenti sejenak menunggu rasa kantuk berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dg melihat sekeliling.

Tiba-2 kaca mobilku diketuk seorang anak. “Pak, bapak mau parkir? Saya bantuin untuk parkir ya….” katanya.
“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku.
“Kalau gitu bapak punya uang 2000?” tanya anak itu.‎
Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 memberikan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2.

Aku amati anak itu. Dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok tua yg duduk di bawah tiang listrik.

Ketika dia melewati samping kendaraanku, kubuka kaca dan memanggilnya. “Eh… mas .. . sini… Itu siapa?” tanyaku.‎
“Gak tau pak… Bapak-bapak tua… Saya juga baru saja ketemu” jawabnya.
“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan kenapa dikasihin ke bapak itu?”
“Oh… Saya tadi duduk di situ, ngobrol sama bapak itu. Bapak itu katanya puasa… Tadi saya lihat buka puasanya cuma minum…. Katanya uangnya habis. Hari ini saya nggak jualan koran... Tanggal merah pak.. . Jadi ngak punya uang.. . Saya ada 1000, kalau beli cuma 1 kasihan nggak kenyang. Makanya saya minta bapak 2000. Biar dapat 3....
Bapak mau parkir sekarang? Saya bantuin parkir ya… bapak kan udah bayar. Kalau saya sebenernya bukan tukang parkir,” katanya tertawa sambil garuk2 pipinya.

Aku terdiam. Tadi kupikir anak ini pengemis seperti anak2 yg biasa mangkal di jalan. Ternyata aku salah besar. 
“Terus uang kamu habis dong, mas?” tanyaku‎
“Iya pak… Nggak apa-apa… Besok bisa jualan koran… InsyaAllah ada rejekinya lagi.”
“Kalau gitu saya ganti yaa uang mas … Sekalian buat jajan…” kataku meraih dompet di jok samping.
“Nggak usah, pak… Jangan… Ibu saya sebetulnya melarang saya minta2. Makanya saya tawarin bapak parkirin mobil bapak. Soalnya tadi saya kasihan bapak itu aja. Cuma saya bener2 nggak punya uang,” ucapnya lagi.

“Eh saya minta maaf yaa tadi salah sangka sama mas… Kirain mas tukang minta-minta,” kataku merasa bersalah.

“Saya yang minta maaf, pak… Saya jadi minta uang duluan sama bapak. Padahal saya belum kerja.”
“Sama 2 lah… Ini ambil uangnya… Ini kamu nggak minta, saya yang beri,” kataku.

“Nggak, pak.. Makasih…. Bapak mau parkir sekarang?” tanyanya lagi.
“Nggak mas… saya nggak usah dibantu parkir,” kataku.
“Beneran, pak? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu … Takut nangis kalau kelamaan telat jemputnya…”
“Udah, sana jemput aja adiknya…” kataku tersenyum.
“Makasih yaa, pak…” katanya setengah berlari. Meninggalkan aku yg termangu.

Aku menoleh ke tiang listrik, bapak tua itu sudah pergi. Kulihat dari spion mobil, anak itu berjalan setengah berlari.
*****‎

Saudaku...
di luar sana banyak orang tidak seberuntung kita, tapi mereka masih memikirkan sesama, masih berusaha bersedekah dan sangat yakin akan jaminan rezeki dr Allah.‎
Terima kasih untuk pelajaran hari ini, Nak… Semoga hidupmu berlimpah berkah dan rezeki.

Aku stater kendaraan dan melaju pelan2 menuju rumah.
*****
Selamat berbagi saudara-riku tercinta...‎😊❤💕

OASE DAKWAH : Waktu Terus Bergulir

Oleh: Rochma Yulika


Waktu kan terus bergulir.
Lisan senantiasa kan berdzikir.
Tangan kan terus mengukir.
Otak kan terus berpikir.
Dan perjalanan manusia tak lain kan menuju hari akhir.

Ustadz Hasan Al Banna menasihati kita, "Waktu adalah kehidupan, menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan."
Manusia itu seperti pensil.
Setiap saat ia dimakan oleh rautan umur agar dapat menulis dengan ketajaman hikmah.
Hingga tiba saatnya pensil itu habis, dan hanya tersisa tulisan amalnya yang ada.

Waktu kita sangatlah sedikit.
Di dunia yang sangat sempit.
Waktu hidup kita sangatlah singkat.
Maka hati-hatilah dari berbuat maksiat.
Usia kita tak bisa terukur.
Tak pernah tau kapan saatnya tersungkur di dalam kubur. 

Dan bila telah tiba masa.
Sampailah kita di alam baka.
Bukan harta benda yang kita bawa.
Amal dan kebaikan yang kan temani perjalanan kita. 

Hanya amal kebaikan yang bisa turut serta.
Jauhkan hati dari cinta dunia yang fana.
Tuk bersegera dekatkan diri dengan kebersamaan dengan-Nya.
Tetap semangat meski perjalanan ini terasa berat.
Semoga kelak bernilai di akhirat.
Aamiin Ya Rabbal 'alamin

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ